Timnas Indonesia Punya Harapan Baru
Bola

Timnas Indonesia Punya Harapan Baru

Timnas Indonesia Punya Harapan Baru – HARAPAN baru tercurah dari Tim nasional Indonesia pada tangan Pelatih Shin Tae-yong (STY). Arsitek asal Korea Selatan itu mengawali kiprah di pertandingan bersaing bersama Team Garuda dengan manis. Memang Tim nasional Indonesia belum menang. Team Garuda cuman sanggup meredam seimbang Tim nasional Thailand 2-2 pada Kwalifikasi Piala Dunia 2022 Zone Asia di Dubai, Kamis (3/6/2021). Tetapi dari style bermain, fisik, dan psikis, Tim nasional Indonesia menyembur sececah keinginan baru buat negeri ini.

Telah lama negeri ini menanti Timnasnya bermain dengan psikis juara. Sesudah lima pertandingan sering kalah pada kwalifikasi dengan statistik 16 kali kecolongan dan cuman buat 3 gol, sekarang Team Garuda memperlihatkan mukanya lainnya. Ya, STY bak menggunting satu angkatan Tim nasional Indonesia. Ia singkirkan beberapa wajah lama dalam tim. Tidak ada kembali Andritany Ardhiyasa, Alberto Goncalves, atau pemain senior yang lain.

Di Tangan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia Punya Harapan Baru

Timnas Indonesia Punya Harapan Baru

Sekarang, tim Tim nasional Indonesia disanggupi beberapa wajah fresh. Team Garuda beralih menjadi rangkaian beberapa pilar berumur 19 dan 21 tahun, walau diselipi beberapa nama yang lebih senior seperti Evan Dimas dan Adam Alis. Keseluruhan umur rerata tim Tim nasional sekarang ini 22,delapan tahun. Benar-benar muda. Terang, sasaran periode panjang yang digotong STY, karena ada SEA Game 2021 di tahun akhir kelak.

Tetapi, lepas dari itu, apa yang sudah dilakukan STY pantas dihargai. Dari sisi stamina dan fisik, latihan keras yang ditanggung si arsitek kelihatan hasilnya di atas lapangan. Evan Dimas dan mitra sanggup tampil kuat dalam 90 menit permainan, di luar rutinitas beberapa pemain Indonesia yang umumnya telah lemah saat melalui menit ke-65.

Psikis pemain juga kelihatan lebih oke. Walau 2x kecolongan terlebih dahulu lewat Narubadin Weerawatnodom di menit ke-5 dan Adisak Kraisorn (50), Team Garuda selalu dapat membalasnya melalui I Kadek Agung (39), dan Evan Dimas (60).

Secara permainan, perform yang dipertontonkan Team Garuda jauh berkembang. Dalam bertahan, mereka sanggup tampilkan collective defence yang bagus. Semua turut turun tutup ruangan dan agresif berusaha secepat-cepatnya merampas bola dari kaki musuh saat sebelum dekati wilayah pertahanan.

Dari sisi kesetimbangan permainan, skema 4-2-3-1 yang digotong STY membuat peralihan serang dan bertahan Tim nasional lebih konstan dari mulanya. thepaydayloansform.com Di baris serang, skema main yang digotong STY lebih taktis dan mematikan. Beberapa pemain lebih berani dan optimis pegang bola dan pintar dalam melepas umpan.

Selanjutnya, pemain yang tidak pegang bola pun demikian cerdas bergerak cari ruangan. Gerakan tanpa bola berikut yang pada akhirnya mendatangkan 2 gol Indonesia ke gawang Thailand. 2 gol yang lahir dari sebuah pola di luar prediksi musuh. Pintar!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *